Spoiler for sejarahnya: Siwak/Miswak (Chewing Stick) telah digunakan oleh orang Babilonia semenjak 7000 tahun yang lalu, yang mana kemudian digunakan pula di zaman kerajaan Yunani dan Romawi, oleh orang-orang Yahudi, Mesir dan masyarakat kerajaan Islam. Siwak memiliki nama-nama lain di setiap komunitas, seperti misalnya di Timur Tengah disebut dengan miswak, siwak atau arak, di Tanzania disebut miswak, dan di Pakistan dan India disebut dengan datan atau miswak. Penggunaan chewing stick (kayu kunyah) berasal dari tanaman yang berbeda-beda pada setiap negeri. Di Timur Tengah, sumber utama yang sering digunakan adalah pohon Arak (Salvadora persica), di Afrika Barat yang digunakan adalah pohon limun (Citrus aurantifolia) dan pohon jeruk (Citrus sinesis). Akar tanaman Senna (Cassiva vinea) digunakan oleh orang Amerika berkulit hitam, Laburnum Afrika (Cassia sieberianba) digunakan di Sierre Leone serta Neem (Azadirachta indica) digunakan secara meluas di benua India. Meskipun siwak sebelumnya telah digunakan dalam berbagai macam kultur dan budaya di seluruh dunia, namun pengaruh penyebaran agama Islam dan penerapannya untuk membersihkan gigi yang paling berpengaruh. Istilah siwak sendiri pada kenyatannya telah umum dipakai selama masa kenabian Nabi Muhammad yang memulai misinya sekitar 543 M. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Seandainya tidak memberatkan ummatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat (dalam riwayat lain : setiap akan berwudhu’).” Nabi memandang kesehatan dan kebersihan mulut adalah penting, sehingga beliau senantiasa menganjurkan pada isterinya untuk selalu menyiapkan siwak untuknya hingga akhir hayatnya. Siwak terus digunakan hampir di seluruh bagian Timur Tengah, Pakistan, Nepal, India, Afrika dan Malaysia, khususnya di daerah pedalaman. Sebagian besar mereka menggunakannya karena faktor religi, budaya dan sosial. Ummat Islam di Timur Tengah dan sekitarnya menggunakan siwak minimal 5 kali sehari disamping juga mereka menggunakan sikat gigi biasa. Penelitian yang dilakukan oleh Erwin dan Lewis (1989) menyatakan bahwa pengguna siwak memiliki relativitas yang rendah dijangkiti kerusakan dan penyakit gigi meskipun mereka mengkonsumsi bahan makanan yang kaya akan karbohidrat. Spoiler for cara memakainya: Siwak atau miswak, bisa juga dikatakan sebagai organic tooth brush, berbentuk batangan, diambil dari akar dan ranting segar tanaman arak (Salvadora persica) yang kebanyakan tumbuh di daerah Timur Tengah, Asia dan Afrika dan berdiameter mulai dari 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon Arak adalah pohon yang kecil, seperti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, diameternya lebih dari 1 kaki, jika kulitnya dikelupas warnanya agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih, aromanya seperti seledri dan rasanya agak sedikit pedas. Spoiler for siwak: Spoiler for : Spoiler for : Spoiler for : Spoiler for : |
Artikel Terkait:
ragam
- Nama-Nama 9 Rusa Santa Claus [Pict]
- Inilah 7 Jenis Pohon Yang Tidak Bisa Dipanjat !!
- 5 Bentuk Dari Sihir Yang Dapat di Buktikan Dengan Ilmu Pengetahuan
- Inilah Jas Populer Karena Konflik Inggris-Prancis
- Makna Dibalik Patung-Patung Di Jakarta
- Rahasia Wanita Yang Tidak Boleh Dibaca Wanita
- Cara mengetahui gorengan yg mengandung plastik
- Alasan Matematis Kenapa Korupsi Susah Diberantas di Indonesia (Fakta)
- 10 Fenomena Aneh Dalam Otak Manusia
- 10 Minuman Ringan Terpopuler Dan Terfavorit Di Dunia
Sejarah
- Berburu Harta Karun Emas Batangan
- Bukti Keberadaan Alien pada Benda-benda Kuno
- Alasan Kita Perlu Memakai Bantal Saat Tidur
- Teori Evolusi Manusia Dari Berbagai Negara
- Sejarah Pohon Natal
- Fakta-fakta Misterius Dalam Sejarah Evolusi Manusia
- Centaurs, Manusia Setengah Kuda dalam Mitologi Yunani Kuno
- Foto 12 Pesawat yang Lenyap di Segitiga Bermuda
- Fakta Tentang Albert Einstein
- Fakta Kenapa AS kalah dalam Perang Vietnam
0 komentar:
Posting Komentar
KOLOM KOMENTAR TIDAK MENGGUNAKAN CAPJAY,, JADI JANGAN SUNGKAN UNTUK KOMEN. OK....