Bencana seperti tabrakan asteroid atau letusan gunung selalu dipersalahkan sebagai penyebab kepunahan massal dan menghapus seluruh spesies dari muka bumi dengan sekejap.
Tetapi hipotesis baru menunjuk pelaku yang berbeda, ganggang.
Sejak 540 juta tahun terakhir, lima kepunahan besar diperkirakan terjadi. Dalam setiap kasus sekitar 50 persen hingga 90 persen adalah spesies hewan.
Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa racun dari ganggang memilliki peran utama dalam kepunahan. Termasuk yang paling paling terkenal, kepunahan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu. Gagasan tersebut disampaikan pada pertemuan tahunan Geological Society of America.
Tetapi benarkah ganggang primitif itu dapat menumbangkan dinosaurus? Beberapa ilmuwan bersikap skeptis terhadap ide tersebut dan mengatakan bukti-bukti yang masuk akal hanya cukup untuk satu kepunahan massal saja, dan bukan lima.
Ganggang adalah organisme sederhana yang mendapatkan energi dari matahari dan tidak memiliki banyak fitur yang ditemukan pada tumbuhan umumnya, misalnya akar dan daun.
Namun beberapa spesies alga menghasilkan racun yang berbahaya bagi organisme akuatik lainnya, bahkan bagi manusia. Sebagai contoh, kelompok alga yang disebut dinoflagellates dapat melepaskan neurotoxins yang dapat melumpuhkan sel-sel syaraf.
Peneliti dari Clemson University, James Castle, seorang ahli geologi dan John Rodgers, toxicologis lingkungan, ingin mencari tahu apakah bunga ganggang yang tidak berbahaya belakangan ini menjadi ancaman dan mungkin memberikan kontribusi terhadap kepunahan jutaan tahun yang lalu.
Mereka melakukan pencarian literatur, dan membaca laporan dari jumlah kenaikan fosil stromatolites, serta bebatuan berbentuk kubah berlapis yanobacteria yang juga dikenal sebagai "mikroba tikar," yang ada selama empat dari lima dari kepunahan massal.
Tim Peneliti kemudian membandingkan struktur cyanobacteria modern dengan yang kuno, dan menemukan bahwa spesies tidak banyak berubah selama jutaan tahun.
"Karena struktur mereka berubah sangat sedikit, dan membuat toksin hari ini, kami beranggapan bahwa mereka melakukan hal yang sama di masa lalu," kata Castle.
Meski mereka tidak menemukan catatan akan peningkatan fosil ganggang pada saat dinosaurus punah, para penulis menyarankan sebuah bentuk ganggang lainnya yang tidak meninggalkan fosil namun bisa menyumbang kepunahan.
Saran mereka tertuju pada apa yang disebut algae planktonic, yang dapat menghasilkan racun dalam tanah, dan bisa membunuh binatang. Racun juga bisa menyebar melalui udara, sebuah cara lain untuk meracuni spesies.[ito]
sumber :http://inilah.com/berita/teknologi/2009/10/31/174943/ganggang-sebabkan-kehancuran-bumi/
Tetapi hipotesis baru menunjuk pelaku yang berbeda, ganggang.
Sejak 540 juta tahun terakhir, lima kepunahan besar diperkirakan terjadi. Dalam setiap kasus sekitar 50 persen hingga 90 persen adalah spesies hewan.
Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa racun dari ganggang memilliki peran utama dalam kepunahan. Termasuk yang paling paling terkenal, kepunahan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu. Gagasan tersebut disampaikan pada pertemuan tahunan Geological Society of America.
Tetapi benarkah ganggang primitif itu dapat menumbangkan dinosaurus? Beberapa ilmuwan bersikap skeptis terhadap ide tersebut dan mengatakan bukti-bukti yang masuk akal hanya cukup untuk satu kepunahan massal saja, dan bukan lima.
Ganggang adalah organisme sederhana yang mendapatkan energi dari matahari dan tidak memiliki banyak fitur yang ditemukan pada tumbuhan umumnya, misalnya akar dan daun.
Namun beberapa spesies alga menghasilkan racun yang berbahaya bagi organisme akuatik lainnya, bahkan bagi manusia. Sebagai contoh, kelompok alga yang disebut dinoflagellates dapat melepaskan neurotoxins yang dapat melumpuhkan sel-sel syaraf.
Peneliti dari Clemson University, James Castle, seorang ahli geologi dan John Rodgers, toxicologis lingkungan, ingin mencari tahu apakah bunga ganggang yang tidak berbahaya belakangan ini menjadi ancaman dan mungkin memberikan kontribusi terhadap kepunahan jutaan tahun yang lalu.
Mereka melakukan pencarian literatur, dan membaca laporan dari jumlah kenaikan fosil stromatolites, serta bebatuan berbentuk kubah berlapis yanobacteria yang juga dikenal sebagai "mikroba tikar," yang ada selama empat dari lima dari kepunahan massal.
"Karena struktur mereka berubah sangat sedikit, dan membuat toksin hari ini, kami beranggapan bahwa mereka melakukan hal yang sama di masa lalu," kata Castle.
Meski mereka tidak menemukan catatan akan peningkatan fosil ganggang pada saat dinosaurus punah, para penulis menyarankan sebuah bentuk ganggang lainnya yang tidak meninggalkan fosil namun bisa menyumbang kepunahan.
Saran mereka tertuju pada apa yang disebut algae planktonic, yang dapat menghasilkan racun dalam tanah, dan bisa membunuh binatang. Racun juga bisa menyebar melalui udara, sebuah cara lain untuk meracuni spesies.[ito]
sumber :http://inilah.com/berita/teknologi/2009/10/31/174943/ganggang-sebabkan-kehancuran-bumi/
Artikel Terkait:
Sejarah
- Berburu Harta Karun Emas Batangan
- Bukti Keberadaan Alien pada Benda-benda Kuno
- Alasan Kita Perlu Memakai Bantal Saat Tidur
- Teori Evolusi Manusia Dari Berbagai Negara
- Sejarah Pohon Natal
- Fakta-fakta Misterius Dalam Sejarah Evolusi Manusia
- Centaurs, Manusia Setengah Kuda dalam Mitologi Yunani Kuno
- Foto 12 Pesawat yang Lenyap di Segitiga Bermuda
- Fakta Tentang Albert Einstein
- Fakta Kenapa AS kalah dalam Perang Vietnam
Aneh
- Inilah 7 Jenis Pohon Yang Tidak Bisa Dipanjat !!
- Lokomotif CC20145, Lokomotif Yang Paling Sering Tabrakan
- 23 Kematian Aneh Dalam Sejarah
- 6 Penemuan Paling Konyol Sepanjang Abad Ke-20
- Katanya Standar Dunia, Gedung Aquatic Centre Kok Retak ???
- 5 Lomba 17an yg terancam diganti oleh permainan digital
- Jucelino Peramal Yang Meramalkan Dunia Sampai 2043
- Inilah 5 Acara Ternorak Televisi Indonesia
- Gimana Bisa Ya.. Mobil Nyangsang ke Situ...
- Kota Ini Larang Wanita Pakai Celana Panjang
0 komentar:
Posting Komentar
KOLOM KOMENTAR TIDAK MENGGUNAKAN CAPJAY,, JADI JANGAN SUNGKAN UNTUK KOMEN. OK....