Jakarta- Sebagian besar orang mengkhawatirkan terjadinya pemanasan global. Tapi di masa lalu pembekuan global merupakan kekhawatiran terbesar di bumi.
Ilmuwan masih mendebatkan fenomena pendinginan yang menyebabkan peristiwa 'Snowball Earth' atau Bola Salju Bumi. Belum jelas bagaimana bumi bisa membeku dengan sendirinya. Satu kelompok penelitian mempelajari bahwa pemanasan dari efek rumah kaca yang berlebihan telah mengakhiri masa pendinginan global bertahun-tahun.
Bukti adanya bola salju Bumi ini berasal dari data paleomagnetik yang diambil dari deposit glasial kuno. Dari sifat magnetik materi itu, ahli geologi mengambil kesimpulan adanya batuan es yang berasal dari lintang rendah. Hasil mengejutkan tersirat Bumi sebagai planet beku.
"Saat Anda menemukan bukti lapisan es di kawasan tropis maka ini semua berasal dari snowball," kata Alexander Pavlov dari University of Arizona.
Es memantulkan lebih dari dua kali sinar matahari yang mengarah ke tanah gundul atau lima kali lipat pantulan air. Akibatnya, saat es menyebar maka semakin sedikit panas yang dipertahankan permukaan. Suhu rata-rata global saat itu diperkirakan mencapai minus 50 derajat Celcius.
"Inilah yang menyebabkan sulitnya melarikan diri dari snowball," kata Pavlov. Akibatnya, semakin sedikit radiasi yang diserap Bumi untuk menghangatkan planet ini.
Sebagai bagian dari program Astrobiology, Exobiology and Evolutionary Biology milik NASA, ilmuwan mulai mempertibangkan implikasi dari pencarian habitat planet.
Jika melepaskan diri dari fenomena snowball begitu sulit, maka planet lain yang kita harapkan memiliki kandungan cairan juga mugkin beku secara permanen.
Meskipun terdengar aneh bahwa tingkat CO2 di atmosfir mungkin dikendalikan oleh posisi benua, tapi ini juga terkait dengan kadar pelapukan batuan secara kimia. Karbon dioksida di udara dapat larut ke dalam air hujan dan menciptakan asam karbobat di batuan mineral seperti silikat. Melalui reaksi itu, karbon dioksida berubah menjadi karbonat sehingga mengurangi jumlah gas rumah kaca di atmosfer.
Biasanya, skema ini muncul pada cuaca yang hangat sehingga sebagian besar benua sepanjang khatulistiwa akan mengalami pelapukan. Pada akhirntya terjadi penurunan yang signifikan dalam jumlah CO2 yang mendinginkan benua ini.
Sumber:INILAH.COM
Artikel Terkait:
- Kisah Sedih dari Sejarah Lorong Bawah Tanah Chu Ci, Vietnam
- 10 Tempat Paling Berbahaya di dunia
- [TAHUKAH ANDA] Ternyata Air Laut Bali Naik Empat Meter Per Tahun
- Ya Ampun,, Kehidupan Laut di Ambang Kepunahan Massal
- Wajah Miyagi Pasca Gempa dan Tsunami
- 8 Gunung di Indonesia yang Terkenal Karena Letusannya
- 10 Tempat Indah di Asia yang Terancam Punah
- 10 Keajaiban Dunia yang Terancam Musnah
- 10 Keajaiban Dunia yang Terancam Musnah
- Heboh !! Sebagian Daratan Afrika Akan Tenggelam !
- 5 Lomba 17an yg terancam diganti oleh permainan digital
- 10 Produk Fenomenal Cermin Kesuksesan Steve Jobs
- Inilah 17 Karyawan Pertamax Facebok [+Pict]
- Inilah Fungsi 14 Tombol di Balik Setir Mobil Balap F1
- Inilah Pesawat Siluman Yang Bisa Terbang, Berlayar dan Menyelam
- Inilah Senjata Canggih Pemburu Bajak Laut ( Pic + Video )
- Diam-diam, Revolusi Digital Korut Dimulai
- Inilah C2-03, Ponsel Slide Dual SIM Nokia
- Wow,, Pria Ini Bikin Reaktor Nuklir di Dapur !!
- Jangan Pernah Menterjemahkan Bahasa IT ke Bahasa Indonesia
- 5 Bentuk Dari Sihir Yang Dapat di Buktikan Dengan Ilmu Pengetahuan
- Inilah Pesawat Siluman Yang Bisa Terbang, Berlayar dan Menyelam
- HEBOH !!! Ditemukan Pil Penghapus Memori Otak !
- 10 Penyakit Yang Dapat Dicegah Atau Disembuhkan Dengan Coklat
- Diam-diam, Revolusi Digital Korut Dimulai
- Wow,, Pria Ini Bikin Reaktor Nuklir di Dapur !!
- Ramalan Dari NASA yg Selama ini Ddisembunyikan
- 13 Resiko Fatal Penggunaan Ponsel Terus-menerus
- GAWAT!! Matahari Sekarat, Hujan Komet Dahsyat Ancam Bumi !!!
- Ilmuwan Klaim Manusia Temui Batas Kepandaiannya
0 komentar:
Posting Komentar
KOLOM KOMENTAR TIDAK MENGGUNAKAN CAPJAY,, JADI JANGAN SUNGKAN UNTUK KOMEN. OK....